Panduan Teknik membeli kuota internet

Pakaian jas menjadi andalan semua orang untuk berpakaian formal dan momen-momen tertentu, seperti pernikahan, wisuda, bahkan kegiatan kantor mengantor. Meskipun sejatinya jas merupakan pakaian bagi pria, kini fashion jas wanita pun tak juga ketinggalan.

 Kunjungi website kami untuk Convert Pulsa di Bagipulsa.co.id dan juga kunjungi website kami disini !

Seperti yang kita ketahui sekarang, pengertiannya lebih mengacu kepada setelan formal. Dapat dikatakan bahwa jas merupakan bagian dari mantel yang berukuran pendek. Bila kita mengetahui tentang sejarah perkembangan jas, maka model yang kita lihat sekarang merupakan revolusi dari masa ke masa untuk pakaian tersebut.

 

Jas dapat membuat penampilan berkesan rapih dan terlihat formal ataupun semiformal. Untuk mendapatkan kesan tertentu, maka jas harus dipadukan dengan pakaian lain yang mendukung kesan tersebut. Jas memiliki pilihan macam-macam model yang sangat banyak. Untuk mengetahui secara mendalam tentang apa itu jas, mari kita simak sejarah perkembangan jas berikut ini.

 

Sejarah Perkembangan Jas

 

Jas diperkirakan berasal dari abad pertengahan atau awal Renaissance sebagai rompi, atau lebih tepatnya adalah jubah pendek yang dikenakan oleh orang-orang kelas pekerja. Pada awal abad ke-18, jas menjadi pakaian kerja standar untuk mereka yang bekerja, baik di sektor pertanian maupun oleh pegawai kantoran di perkotaan.

Sejarah Perkembangan Jas Pada Tahun 1800-an

 

Di akhir Tahun 1830-an, muncul model Jas Launs (lounge jackets) yang lebih ketat dan merupakan jas dengan kancing sebaris (single-breasted) dengan kancing di ujung lengan serta kantong dipinggang yang ketika itu menjadi populer di kalangan pria kelas menengah. Model Jas Launs versi kancing dua baris (double-breasted) muncul sekitar Tahun 1862 yang kemudian dikenal sebagai model jas Reefer (reefer jacket).

 

Pada waktu yang bersamaan muncul model Jas Norfolk (norfolk jacket) dengan kancing sebaris (single-breasted), yang memiliki kancing tinggi ke leher, menjadi sangat modis, terutama untuk penampilan sporty.

 

Sejarah Perkembangan Jas Pada Tahun 1900-an

 

Tetapi pada akhir abad ke-19 hanya Jas bergaya tiga-kancing yang dianggap lebih modis, dan hanya menyisakan Jas Launs (lounge jacket) sebagai jas yang masih populer. Salah satu modelnya, dibuat dengan kerah depan berbahan sutra, sering dipakai untuk pesta makan malam dan dikenal sebagai Jas Makan Malam (dinner jacket), untuk setelan lebih dikenal sebagai tuksedo atau tuxedo.

 

Model jas yang dipakai pada abad ke-19, sebagian besar masih dipakai pada abad ke-20 bahkan hingga saat ini. Jas sporty  masih dipakai dan dipadukan dengan kemeja flanel, Jas Norfolk (norfolk jacket) tetap menjadi favorit untuk yang ingin terlihat sporty dan jas dengan kancing kuningan sangat populer sebagai pakaian musim panas yang dipadukan dengan celana putih.

 

Sejarah Perkembangan Jas Pada Awal Tahun 2000-an

 

Istilah jas pada awal tahun 2000-an memiliki makna yang lebih luas lagi. Jas tidak lagi hanya terkait dengan gaya yang bersifat formal. Pada jaman sekarang ini jas dapat dikenakan untuk acara atau kegiatan yang lebih santai. Bahkan sekarang jas sendiri banyak dikenakan oleh kaum wanita, tidak hanya sebagai pakaian seragam kerja saja, tetapi digunakan untuk mendukung penampilan yang bersifat kasual.