Pada tahun 1994, buat satu-satunya saat, CPS memasukkan persoalan mengenai homeschooling. lantaran data ini meliputi beberapa besar kovariat dari CPS reguler, ini bakal sebagai keramaian data yang sungguh positif buat menggeluti homeschooling, selain apabila barisan persoalan yang iajukan dengan cara tersusun kurang dari anak-anak homeschooling. CPS: Oct94 mula-mula kali menyoalkan apakah satu orang anak menuntut ilmu di “sekolah reguler”, serta cukup kalau orang lanjut usia menanggapi tidak buat persoalan ini, persoalan itu menyoalkan mengenai homeschooling. sebagian anak homeschooling dengan cara teknis tercantum di sekolah patron swasta, di sekolah piagam lumrah (Finn, Manno, & Vanourek, 2000 ), maupun mengtampaki sekolah congor saat sepanjang separuh jam seminggu. jikalau orang lanjut usia menanggapi ya buat persoalan mengenai sekolah reguler, mereka tidak ditanya mengenai homeschooling ( Henke, Kaufman, Broughman, & Chandler, 2000 ). cukup Bauman (2002) yang memakai data CPS:Oct94 buat menggeluti opsi homeschooling jakarta. 9
Belfield (2002a) memakai data ETS 2001 buat menggeluti opsi homeschooling serta hasil buat anak-anak homeschooling. anggota SAT dimohon mencatat
apakah mereka menuntut ilmu di sekolah negeri, sekolah mandiri swasta, sekolah agama swasta, maupun homeschooling. tampak beberapa persoalan survey lain mengenai keluarga anak, tercantum agama. tampak 6.033 anak yang berlatih di rumah dalam keramaian data ini, jumlah terbanyak dari satu asal usul data mikro. Kelemahan penting memakai data ETS yaitu apabila perangkap SAT yaitu tim yang diseleksi sendiri, akibatnya keramaian data ini bukan percontoh sembarang murid.
keterangan paling kaya buat menggeluti opsi homeschooling yaitu NHES, survey perwakilan nasional rumah tangga Amerika yang disponsori oleh seksi pembelajaran AS. NHES dijalani pada tahun 1991, 1993, 1995, 1996, 1999, 2001, 2003, serta 2005. Dijadwalkan bakal dijalani lagi pada tahun 2007. tiap-tiap NHES mengambil percontoh p6pang hangat dari populasi AS.
tiap-tiap NHES terdiri dari separuh survey, serta konten survey berbagai macam tiap tahun. Misalnya, pada tahun 1996 NHES ada 4 survey, 2 di antara lain berkualitas data homeschooling. peninjauan Rumah Tangga serta taman pustaka maupun “keterangan filter” memikirkan seluruh personel rumah tangga yang disurvey serta mengambil data mengenai sekolah tiap anak dalam rumah tangga. peninjauan peran serta Orang lanjut usia serta Keluarga dalam pembelajaran (PFI) berpusat pada macam mana orang lanjut usia ikut serta di dalam serta di luar sekolah dalam pembelajaran anak fokus yang diseleksi dengan cara sembarang dari keterangan filter.
PFI dijumlahkan pada tahun 1996, 1999, serta 2003. tampak persoalan mengenai homeschooling, walaupun persoalan yang pas berbagai macam dari tahun ke tahun. tampak 251 anak yang berlatih di rumah di PFI 1996, 301 di PFI 1999, serta 262 di PFI 2003. Bauman (2002) memakai data yang diadakan di PFI 1996 serta 1999 serta Belfield (2002b) di PFI 1999 buat meminiaturkan opsi homeschooling versus opsi lain.
Isenberg (2006) menambah jumlah observasi yang ada buat menggeluti homeschooling dengan mencampurkan keterangan filter dengan PFI buat tahun 1996 serta 1999. jemaah data hangat meliputi saudara kandungan dari anak-anak yang dijadikan percontoh di PFIC. 10 Isenberg selanjutnya mengambil data dari tahun 1996, 1999, serta 2003 buat membikin percontoh sembarang yang relatif besar dari murid homeschooling: 1.112 murid homeschooling dari 58.836 keseluruhan murid dalam keramaian data. 11
tampak data homeschooling dalam survey NHES yang lain, namun tidak meliputi seluruh anak. saat sebelum tahun 1996, persoalan homeschooling ditanybakal cukup mengenai anak-anak bontot, serta pada tahun 2001 serta 2005 mengenai homeschooling anak-anak fokus di kasta 8 maupun di dasarnya dalam survey Program serta tindakan sesudah Sekolah (ASPA). buat bentang umur itu, data ini belum digunakan selaku asal usul data mengenai opsi homeschooling. semacam survey PFI dijadwalkan buat NHES 2007.
Kelemahan penting NHES yaitu tidak mengambil data mengenai yang diperoleh oleh personel rumah tangga perseorangan. Yang ada cukup data keseluruhan pemasukan rumah tangga serta jam kegiatan. buat memahami wibawa pemasukan kepada tampaknya homeschooling membutuhkan diskriminasi pemasukan yang dihasilkan mama dari asal usul pemasukan rumah tangga yang lain. jikalau satu orang mama menghabiskan saat homeschooling, ia bakal ada lebih sedikit saat buat bergerak, menaruh pemasukan rumah tangga. Dengan teknik ini, pemasukan rumah tangga serta homeschooling didetetapkan berselevel. Isenberg (2003a, 2006) menyediakan penyelesaian buat perkara ini: serupa algoritma buat mensimulasikan pemasukan perseorangan dari suami serta istri yang dikasihkan keseluruhan pemasukan rumah tangga serta sernilaiian tersendiri perseorangan serta rumah tangga, yang semua ada di NHES.