surat perjanjian kerja

Jenis-Jenis Surat Perjanjian Kerja Yang Perlu Diketahui

Dalam membuat surat perjanjian kerja yang perlu Anda ketahui terlebih dulu adalah mengenai jenis-jenis surat perjanjian kerja. Hal tersebut dikarenakan setiap jenis perjanjian kerja akan menggunakan aturan yang juga berbeda. 

Macam-macam Surat Perjanjian Kerja

1. Surat perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau PKWTT

Surat perjanjian ini sama halnya dengan surat perjanjian karyawan tetap. Biasanya isi dari surat perjanjian ini akan lebih panjang dan juga lebih lengkap. Seperti tanggal mulai berlakunya, jabatan, lingkup pekerjaan yang dilakukan, gaji, hingga berbagai macam hak atau benefit yang didapatkan. 

Perusahaan diperbolehkan untuk membuat PKWTT secara lisan dan tidak diwajibkan mendaftarkannya pada instansi ketenagakerjaan. Karyawan yang berstatus PKWTT bisa diberikan masa percobaan paling lama 3 bulan. Jika sudah melebihi dari masa tersebut, maka pada bulan ke 4, karyawan sudah dinyatakan sebagai pekerja tetap. 

Selama masa percobaan, perusahaan juga wajib untuk memberikan upah yang tidak boleh lebih kecil dari upah minimum. 

2. Surat perjanjian kerja waktu tertentu atau PKWT

Sesuai dengan namanya, jenis surat yang satu ini menggunakan jangka waktu tertentu dalam masa kerjanya. Karyawan dengan status pekerja kontrak biasanya akan mendapatkan hak yang berbeda dengan karyawan dengan status pekerja tetap. Misalnya seperti hak untuk cuti, hingga fasilitas yang didapatkan. 

Jika berdasarkan aturan yang berlaku, karyawan dengan status PKWT tidak membutuhkan masa percobaan. Jika ada masa percobaan, maka kontrak tersebut batal. Untuk jangka waktu lamanya karyawan kontrak biasanya maksimal 3 tahun. Jika sudah melebihi dari jangka waktu tersebut, maka karyawan dianggap menjadi pekerja tetap

3. Outsourcing

Outsourcing adalah sistem yang mana pihak penyedia tenaga kerja akan menerima sebagian pekerjaan dari perusahaan pemberi kerja berdasarkan perjanjian outsourcing. Dalam perjanjian kerjanya bisa dalam bentuk PKWT ataupun PKWTT. 

4. Surat perjanjian kerja paruh waktu

Karyawan yang bekerja dengan status pekerjaan paruh waktu biasanya akan memiliki jam kerja yang lebih singkat. Biasanya kurang dari 7 atau 8 jam per harinya. Kemudian untuk pemberian gaji akan berdasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak. 

Untuk pekerja paruh waktu, perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membayarkan gaji bulanan, uang pensiun, asuransi dan beberapa benefit lainnya yang biasanya didapatkan oleh karyawan tetap. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *