Ambil Cicilan Tanpa Jaminan? Jangan Lakukan 5 Hal Ini

Cicilan tanpa jaminan bentuknya sekarang lebih beragam. Yang paling terkenal adalah KTA bank, di mana layanan ini biasanya bisa dinikmati bagi kamu yang punya kartu kredit bank tersebut hingga rekening payroll. Selain itu, ada juga aplikasi cicilan tanpa jaminan berbasis online seperti Kredivo yang mulai populer beberapa tahun ke belakang karena proses pengajuannya gampang dan cairnya cepat. Terlebih jika dibandingkan dengan KTA bank.

Pada dasarnya, cicilan tanpa jaminan bisa dijadikan salah satu opsi terbaik kalau kamu punya kebutuhan, baik itu kebutuhan mendesak atau darurat, kebutuhan untuk beli hal-hal yang penting, sampai kebutuhan yang sifatnya produktif atau untuk meningkatkan penghasilan seperti membangun usaha sendiri. Ditambah, suku bunga pinjaman tanpa jaminan juga variatif. Bahkan, yang berbasis online seperti Kredivo suku bunganya bisa cukup bersahabat, mulai 1.99% aja per bulannya. 

Dengan makin beragamnya opsi cicilan tanpa jaminan yang bisa kamu pilih, nggak hanya buat hidup semakin mudah. Tapi, juga diperlukan kewaspadaan tersendiri dalam menggunakan layanan cicilan ini. Tujuannya, supaya fasilitas kredit tanpa agunan yang kamu pilih bisa berguna sesuai kebutuhan dan nggak menjerumuskan atau membuat kondisi keuanganmu malah jadi berantakan. Sebab, bukan nggak mungkin, pinjam uang tanpa jaminan malah bikin utang kita jadi menumpuk. 

Makanya, saat pakai cicilan tanpa jaminan, ada 5 hal yang sebaiknya nggak kamu lakukan, yaitu:  

Pinjam tanpa pertimbangan & mengecek kondisi keuanganmu

Asal pinjam uang tanpa mengecek bagaimana kondisi keuanganmu sekarang, sangat tidak disarankan, apa pun jenis pinjamannya. Sebab, setiap pinjaman yang kamu ajukan, nantinya akan ada tagihan yang harus dibayar. Oleh karena itu, penting untuk memastikan kalau kamu masih punya sisa uang yang cukup untuk bayar tagihan dari pinjaman baru yang kamu ambil. Kalau nggak, pinjaman bisa jadi macet dan akhirnya skor kreditmu buruk. 

Salah satu kriteria dari kondisi keuangan yang bisa dikatakan sehat adalah jumlah utangnya belum lebih dari 30% total penghasilan. Dengan begitu, kamu masih punya uang yang cukup untuk membiayai hidup dan kebutuhan lainnya. 

Kalau jumlah utangmu sudah lebih dari 30% total penghasilanmu, bisa dibilang kondisinya sudah mulai perlu diperhatikan & jangan ditambah pinjaman baru. Apalagi pinjaman tanpa jaminan yang suku bunganya biasanya lebih tinggi. Selain memastikan rasio utang masih sehat, pastikan juga kalau kamu masih punya pemasukan setiap bulan yang memadai. 

Pinjam uang untuk diinvestasikan atau bangun usaha yang belum jelas rencananya

Sangat tidak dianjurkan untuk coba-coba investasi dengan menggunakan uang yang berasal dari pinjaman. Apa pun jenis investasinya, mau itu yang risikonya rendah ataupun yang risikonya tinggi. Sebab, saat melakukan investasi, risiko “kehilangan uang” akan selalu ada dan tidak ada investasi yang pasti untung. Untuk bisa menghasilkan keuntungan dari investasi, diperlukan waktu untuk belajar dan juga pengalaman. Tidak ada yang instan. Jadi, sangat tidak mungkin untuk investasi pakai uang pinjaman yang harus dibayarkan tagihannya per bulan. Apalagi kalau harus menunggu keuntungan investasi yang kamu lakukan. 

Selain investasi, kalau berniat ajukan pinjaman untuk modal usaha, kamu juga perlu punya rencana yang jelas. Dari mulai jenis bisnisnya, riset market, cara produksi & jual barang atau jasanya, sampai targetnya. Kalau belum ada rencana yang jelas, sebaiknya tunda dulu pengajuan pinjaman supaya nggak sia-sia nantinya. 

Pakai lebih dari satu layanan atau aplikasi pinjaman tanpa jaminan

Selain Kredivo yang suku bunganya bersahabat, ada banyak sekali aplikasi pinjaman berbasis online yang bisa dengan mudah kita unduh dari Google Play Store atau App Store dan gunakan untuk ajukan pinjaman. 

Walau begitu, jangan gunakan kesempatan ini untuk pakai banyak aplikasi pinjaman apalagi untuk gali lubang tutup lubang. Kalau sudah punya utang atau pinjaman di satu tempat atau satu aplikasi, sebaiknya fokus dulu untuk melunasi dan membayar cicilannya sesuai dengan tenor yang disepakati. Misalnya pinjaman sudah lunas, barulah kamu bisa pertimbangkan untuk pakai atau ajukan pinjaman lagi, kalau ada kebutuhan lain di masa depan. 

Menggunakan pinjaman untuk dipinjamkan lagi ke orang lain

Punya teman atau keluarga yang meminta tolong agar dicarikan pinjaman dengan data-datamu, lalu berjanji akan membayar tagihannya per bulan?

Kondisi ini, mungkin sulit untuk ditolak. Apalagi kalau teman atau keluarga yang meminta tolong cukup dekat denganmu dan kamu tahu kondisinya secara detail. Tapi, kamu juga perlu berhati-hati. Mengajukan pinjaman dengan datamu untuk dipinjamkan ke orang lain, tidak lantas artinya peminjam = orang lain. Pihak bank atau aplikasi pinjaman, akan mencatat datamu sebagai peminjamnya dan tidak ada hubungannya dengan orang yang kamu pinjami. 

Alhasil, tagihan yang muncul adalah tagihan milikmu. Kalau nanti orang yang kamu pinjami terlambat membayar atau bahkan tidak membayar sama sekali, kamu tetap harus menanggung tagihannya karena pinjaman dibuat atas namamu sendiri. 

Inilah risiko yang harus kamu sadari dan ketahui di awal sebelum memutuskan mau menolong atau tidaknya untuk meminjamkan uang ke orang lain dengan data-datamu. 

Menggunakan jasa pihak ketiga untuk pencairan atau pelunasan

Semua proses pengajuan pinjaman tanpa jaminan harus dilakukan melalui pihak bank, lembaga pinjaman, atau aplikasi pinjaman secara langsung. Tidak ada perantara pihak ketiga. Kalau kamu mendapatkan tawaran atau iming-iming jasa pihak ketiga yang bisa mempercepat pencairan atau membantu pelunasan utang dan penghapusan data, bisa dibilang ini adalah salah satu modus penipuan. 

Kalau ada kendala dengan pinjamanmu, baik itu pencairan atau proses pembayaran dan pelunasan, sebaiknya hubungi pihak bank atau pihak pemberi pinjaman secara langsung. Jangan cari atau gunakan jasa pihak ketiga mana pun supaya data-datamu tetap aman dan terhindar dari penipuan.