Memiliki Nilai Sejarah, Istana Peninggalan Suku Melayu Ini Sekarang Justru Menjadi Tempat Pacaran

Indonesia memiliki beragam suku yang menjadi ciri khas kebudayaan yang berbeda, salah satunya suku melayu. Di Sumatera Utara ada yang cukup terkenal dan hingga saat ini keberadaannya masih dikenang, hal itu ditandai dengan adanya istana peninggalan suku melayu disana. Warga Sumatera Utara mengenal beberapa peninggalan, misalnya saja istana lima laras yang masih berdiri kokoh dengan nilai sejarah yang cukup tinggi. Lalu, seperti apa sekarang kondisinya?

Perlu diketahui terlebih dahulu istana Lima Laras berdiri di dusun 1 desa Lima Laras kecamatan Tanjung Tiram Batubara Sumatera Utara. Bisa dikatakan ini merupakan lokasi pesisir karena posisinya yang dekat dengan pantai. Jika dari kota Medan sendiri berjarak kurang lebih 136 km perjalanan, cukup lumayan panjang memang. Berikut ini ada beberapa fakta mengenai istana peninggalan suku melayu yang ada pada Sumatera Utara tersebut, antara lain:

1. Umur lebih dari 100 tahun.

Yang pertama dilihat dari sejarah bisa dikatakan usia dari istana tersebut sudah lebih dari 100 tahun. Meskipun begitu pasti Anda tidak akan percaya karena semua bagian bangunan masih terlihat kuat dan kokoh. Mulai dari bagian pondasi sampai dengan bagian atap istana, hanya saja warna sedikit kusam.

2. Berlantai 4.

Karena konsep dari rumah yang ada di Sumatera memang bertingkat atau tinggi, hal yang sama terlihat pula pada istana ini. Karena untuk situs Melayu ini memiliki jumlah lantai 4 yang dimana masing-masing masih terlihat apik.

3. Sebagai tempat pacaran.

Yang menjadi miris, istana yang merupakan peninggalan dengan nilai sejarah tinggi tersebut seperti kurang baik. Terbukti saat ini banyak dijadikan sebagai tempat pacaran anak muda, bahkan sering duduk asyik di tangga berduaan.

Bila mendengar dari cerita sejarah, istana tersebut didirikan oleh Muhammad Yoeda pada masa pemerintahannya. Dengan niat yang kuat mendirikan istan, lalu hal itu menjadi inspirasi nama yaitu istana niat. Sepeninggal Muh Yoeda pada tahun 1919 berakhir pula masa kejayaannya, saat ini Muh Azminsyah adalah orang yang bertanggung jawab untuk merawat dan memelihara istana Lima Laras.