Begini Peran Bahasa Arab dalam Syari’at Islam

 

Wednesday Speech adalah salah satu program unggulan DPB yang diadakan setiap satu pekan sekali; yakni di hari rabu ba’da jamaah maghrib. Kegiatan ini punya tujuan untuk memotivasi mahasiswa Universitas Darussalam Gontor terpicu perhatikan mutu bhs Arab dan Inggris mereka bersama dengan dihadirkan Dewan Dosen yang mumpuni sebagai pembicara.

Materi-materi yang lugas seperti yang disampaikan oleh Al Ustadz Ahmad Arif, B.Sc, M.A. (Kaprodi Prodi Perbandingan Madzhab, Fakultas Syariah) perihal Peran Bahasa Arab didalam Membentuk Pola Pikir terhadap kasus Fiqih dan Ushuliyah. Beliau memulai pemaparan bersama dengan mengutip Al Quran Surat Yusuf ayat 2, Surat Fussilat ayat 3, seluruh ayat ini berbicara perihal pentingnya bhs Arab dan kemuliaannya untuk agama Islam, dan ayat diatas sekali lagi meyakinkan bahwa bhs Arab adalah sebuah kepentingan.

Semua itu mampu membawa kita pemahaman terhadap hukum hukum Allah, diantara syarat sorang mujtahid adalah mengenal baik bhs Arab atau benar benar menguasai bhs Arab, begitu pula bersama dengan syarat pakar hadist dan tafsir. Allah menjadikan bhs Arab memilki pertalian yang kuat bersama dengan agama Islam dan begitu pula bersama dengan Syari’at Islam. Dari mana kita mampu sadar hal itu, pasti melalui Al Quran.

Maka berasal dari itu bhs Arab adalah bhs dakwah Nabi Muhammad SAW sekaligus bhs keseharian Nabi, serta jadi bhs yang mulia diantara bhs bhs yang tersedia didunia ini. Semuanya dkarenakan ia adalah bhs Al-Quran.

Jika Allah menhendakimu dan meridhoimu, Dia bakal menjadikan seseorang tersebut jadi pakar didalam agama Islam. Para ulama pakar tafsir dan pakar fiqih bukanlah orang orang yang tidak sadar bhs Arab, keterkaitan bhs Arab dan Agama Islam adalah ikatan yang kuat agar melahirkan pola pikir yang baik dengan kursus bahasa arab terbaik.

Diakhir pemaparan, beliau mengutip perkataan Imam As Syatiri Beliau menyatakan “Sungguh Syariat Islam adalah Bahasa Arab”, hal ini disebabkan penting, besar dan muliannya bhs Arab. Jikalau tidak sadar bhs Arab maka tidak bakal prima pemahamannya. Barang siapa yang tidak sadar bhs Arab maka kesusahan baginya untuk sadar syariat Islam. Harapan beliau kepada  seluruh mahasiswa agar punya perhatian lebih terhadap bhs Arab.