Apa yang Bakal Kamu Lakukan Jika Mendapatkan Uang Rp 1 Miliar?

Jika Kaya Mendadak

Beberapa waktu lalu Andri masih pusing memikirkan bagaimana caranya membayar utang-utangnya. Belum lagi ibunya di kampung baru mengabarkan jika memerlukan tambahan biaya untuk sekolah adiknya. Mau pinjam kemana lagi Andri sudah bingung. Hampir semua temannya sudah memberikan bantuan dan motornya pun sudah digadaikan.

Namun, bak durian runtuh, tiba-tiba Andri mendapat rejeki nomplok dari undian salah satu bank. Tidak tanggung-tanggung, nilainya mencapai 1 Miliar. Masalah keuangan yang sepanjang ini menghantui mendadak sirna. Langsung terbayang mau liburan ke luar negeri dan memberangkatkan orang tua untuk beribadah di tanah suci. Deretan barang branded, seperti sneakers, baju, dan lain sebagainya yang sudah lama nongkrong di wishlist e-commerce pun siap untuk di-check out.

Untungnya Geni, teman akrab Andri segera mencegah Andri membelanjakan semua uangnya. Geni pun memberi saran agar Andri berkonsultasi dahulu dengan Perencana Keuangan. Sehingga uang Rp 1 Miliar yang dimiliki tidak lekas hilang tak bersisa untuk keperluan yang tidak penting.

Jadi kaya mendadak bisa saja saja terjadi pada siapa saja. Bisa dikarenakan mendapat warisan, mendapat asuransi jiwa, atau seperti Andri yang menang undian. Mungkin di Indonesia kaya mendadak hasil dari undian tidak umum seperti di Amerika di mana banyak orang yang membeli lotere dan berharap bisa merubah hidupnya jika menang nanti.

 

 

Jangan Lakukan Apa-Apa Dulu

Saat Anda tiba-tiba mendapatkan uang yang jumlahnya cukup fantastis, yang pertama mesti dilaksanakan adalah tenang dulu. Tunggu beberapa waktu untuk meredakan euphoria. Dalam jeda waktu menunggu tersebut, cari Jasa Perencana Keuangan yang dapat menunjang dalam merencakan keuangan.

Sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa dan menggali informasi perihal Perencana Keuangan yang akan dipilih. Apakah punyai latar belakang pengalaman di bidang keuangan atau punyai sertifikasi tertentu di bidang keuangan seperti Certified Financial Planner (CFP®), atau Certified Wealth Manager (CWM).

Dalam membangun keuangan, dibutuhkan pondasi kuat supaya aset yang dibangun dapat lebih maksimal. Ibarat rela membangun sebuah rumah, maka dibutuhkan pondasi yang baik supaya tempat tinggal tersebut kuat.

 

Pondasi Keuangan Sebelum Melakukan Investasi

Salah satu langkah membangun aset adalah dengan berinvestasi. Namun, sebelum melaksanakan investasi Anda harus memperhatikan pondasi keuangan lebih dahulu. Dengan memiliki pondasi yang kuat maka keuangan tidak mudah goyah.

 

Amankan Kebutuhan Hidup

Prioritaskan lebih dahulu sejumlah uang yang akan digunakan untuk keperluan di dalam satu tahun ke depan. Kebutuhan hidup adalah yang benar-benar Anda butuhkan untuk hidup, bukan untuk memenuhi style hidup. Disini harus dibedakan antara keperluan dan keinginan.

Seperti halnya dengan masalah Andri, utang dan pertolongan keluarga yang dia tanggung secara finansial harus dimasukan ke dalam prioritas. Namun, harus dilaksanakan berdasarkan urgensinya.

Kalkulasi perkiraaan keperluan hidup di dalam setahun, apabila masukan 5% berasal dari 1 Miliar yaitu 50 juta. Apakah angka tersebut cukup untuk memenuhi biaya hidup? Tentu cukup, jikalau style hidup dilaksanakan secara moderat dan tidak menjadi hanya satu sumber income. Artinya, jikalau di awalnya kita punyai pekerjaan utama maka seyogyanya tidak langsung berhenti dari pekerjaan dan hidup enjoy dengan “uang kaget” yang diterima.

 

Siapkan Dana Darurat

Ketika rejeki datang tidak terduga, begitu juga dengan datangnya musibah. Kita tidak pernah mengetahui kapan dihadapkan dengan situasi darurat yang memaksa kita mengeluarkan dana lebih banyak.

Dana darurat adalah pondasi yang amat perlu di dalam rencana keuangan, karena bisa saja berlangsung hal yang tidak di inginkan terjadi pada keuangan kita. Sakit atau kecelakaan sehingga tidak bisa bekerja, kehilangan pekerjaan karena PHK atau perusahaan bangkrut, atau sesederhana ban mobil pecah sehingga mesti membeli yang baru.

Tanpa adanya dana darurat tentu akan terasa sekali, pengeluaran yang sedemikian besarnya menggerus rekening. Miliki dana darurat setidaknya 6 bulan sampai dengan 12 bulan dari penghasilan. Hampir serupa dengan poin nomer satu diatas, dana darurat digunakan untuk mengcover kebutuhan hidup kita sedikitnya untuk 6 bulan ke depan kalau berlangsung suatu hal tidak di inginkan dengan pendapatan yang dimiliki.

Menyimpan dana darurat tidak mesti harus dalam tabungan, bisa juga dilakukan di dalam instrument lain layaknya dep0sito, reksadana pasar uang, dan obligasi yang sifatnya tradeable atau bisa dijual belikan. Dengan memperhatikan intrumen yang digunakan bisa dengan mudah mencairkan dana kalau setiap saat dibutuhkan.

 

Amankan Nilai Ekonomis (Human Life Value)

Istilah ini erat kaitannya dengan perlindungan terutama Anda mempunyai tanggungan secara finansial, layaknya istri, anak, adik, dan orang tua. Sebagai manusia kita mempunyai nilai ekonomis, sederhananya adalah berapa yang mampu kita hasilkan didalam hidup kita atau nilai hidup kita sehingga mampu mencukupi kebutuhan.

Ada beberapa metode didalam menghitung nilai ekonomis atau disebut juga dengan human life value (HPL), langkah simpelnya adalah dengan menghitung berapa penghasilan dan kebutuhan atau pengeluaran kita didalam satu waktu.

 

Investasikan Sesuai Tujuan Keuangan

Saat punya dana dalam jumlah besar, kita langsung memasukan ke dalam investasi tanpa lebih dahulu punya target dan konsep investasi tersebut ingin digunakan untuk tujuan apa.

Tujuan keuangan begitu banyak ragam dan subjektif, beda orang beda kebutuhan dan keinginannya. Bagi Anda yang masih single bisa saja keinginannya adalah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau berencana untuk membeli rumah. Bagi mereka yang udah berkeluarga dan punya anak, pasti digunakan untuk persiapan dana pendidikan anak menjadi fokus utama dalam berinvestasi.

Dengan berkonsultasi dengan Perencana Keuangan, Anda bisa menyampaikan keinginan dan juga bisa dibuatkan perhitungan perencanaan keuangannya. Berapa dana yang dimiliki waktu ini, berapa nominal dana yang dibutuhkan, bagaimana langkah mencapainya, dan dimasukan dalam instrument investasi apa saja. Sehingga Anda bisa lebih terarah dalam berinvestasi, bukan cuma hanya berharap return tinggi saja.

 

Jangan Lupakan Hari Tua

Anda tidak mungkin bekerja seumur hidup. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia produktifitas kita bisa menurun. Di waktu itulah kita membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup di jaman pensiun.

Banyak orang yang belum menegrti bagaimana pentingnya persiapan dana pensiun dan cuma mengandalkan uang pensiun perusahaan tempat bekerja. Padahal tidak seluruh perusahaan menyediakan faedah tersebut bagi karyawannya, dan kalaupun ada apakah udah cukup untuk memenuhi kebutuhan riil kita.

 

Distribusikan Kekayaan

Kekayaan yang dimiliki waktu ini bisa kita teruskan ke generasi selanjutnya. Meski tidak seluruh Miliarder berpikir demikian, seperti Bill Gates, Warren Buffet dan Mark Zuckerberg yang lebih menentukan untuk mendonasikan hampir seluruh kekayaannya.

Distribusi kekayaan yang lazim ditunaikan bisa lewat langkah hibah dan waris. Perencanaan waris penting karena perlu menunjuk siapa saja yang dapat mengelola harta yang dimiliki saat pergi untuk selamanya.

Lebih penting lagi, jika kondisinya waktu ini punya anak kecil sebagai tanggungan finansial. Membuat surat kuasa kepada orang yang dipercaya yang mampu mengelola aset yang Anda punya ketika berlangsung suatu hal yang tidak diinginkan. Distribusi kekayaan atau estate planning bukan cuma perihal tentang aset saja, akan tetapi juga mencakup kewajiban atau utang yang tidak dicover dengan asuransi.